Dikutip dari BGR, Rabu (7/2/2018), Facebook mengestimasi 200 juta akun palsu itu jumlahnya mencapai 10 persen dari total pengguna aktif bulanan (MAU) di dunia.
"Kami percaya, persentase akun-akun palsu dan kloningan ini lebih banyak ada di negara-negara berkembang seperti India, Indonesia, dan Filipina dibandingkan dengan di negara-negara berkembang lainnya," kata Facebook dalam laporannya.
"Pengguna di India, Indonesia, dan Brasil merupakan penyumbang utama pertumbuhan jumlah pengguna aktif harian, baik pada Desember 2017 maupun 2016," sambungnya.
Kendati begitu, menurut Facebook, perkiraan angka akun palsu atau kloningan ini mungkin tidaklah akurat dari jumlah sebenarnya. Pasalnya, sangat sulit menentukan bahwa sebuah akun adalah palsu. Bahkan, menurut Facebook, bisa jadi jumlah sebenarnya dari akun palsu lebih banyak.